Penulis: Akmal Sjafril
Penyunting: Ian Hamzah
Penerbit: Afnan Publishing
Cetakan ketujuh : 2013
Kategori : Pemikiran Islam
ISBN : 978-602-17748-2-3
"Itulah Islam liberal... Tak perlu bekal agama terlalu
tinggi untuk melihat kontradiksi-kontradiksi dalam pemikirannya. Tak mesti
nyantri, tak harus jadi aktivis, tak perlu ikut banyak kajian. Orang-orang
awam, selama ia jujur dengan hatinya sendiri,insya Allah akan dapat mendeteksi
kesalahan pemikiran yang mereka bawa." (hal. iv)
Islam Liberal 101 adalah sebuah buku yang mengungkap wacana pemikiran Islam liberal dengan kemasan yang ringkas, sederhana, bahkan praktis. Ringkas, karena tebalnya tidak sampai tiga ratus halaman. Sederhana, karena buku ini berhasil memperkenalkan dan memperdalam bahasan tentang wacana Islam liberal kepada para pembacanya yang masih awam. Praktis, karena setelah membacanya, para pembaca yang paling awam pun dapat segera mempraktekkan pengetahuan yang baru didapatnya untuk mengidentifikasi pemikiran Islam liberal, bahkan juga membantahnya.
Buku ini merupakan wacana pemikiran islam. Didalamnya terdapat penjelasan tentang bagaimana asal-usul pemikiran islam liberal, bagaimana modus operandinya, dan taktik mereka dalam melemparkan wacana-wacana yang membingunggkan umat islam agar keyakinan umat islam yang selama ini sudah mapan menjadi goyah. Dengan bahasa sederhana, lugas dan dengan data yang akurat.
Islam liberal sebenarnya jauh dari karakter gerakan intelektual. Lontaran-lontaran pemikiran yang dibawanya sangat jauh dari ilmiah. Ia lebih sering bersembunyi dibalik relativisme: sebuah bentuk kemalasan berdebat yang diwujudkan dalam usulan untuk menerima segala pemikiran sebagai bentuk ijtihad. Itulah sebabnya orang-orang awam pun dapat langsung mendeteksi kesalahan-kesalahan pemikirannya. Dalam pemikiran-pemikirannya, Islam liberal kerap kali menunggangi "sains" dan "rasionalitas. Islam liberal juga sama sekali tidak memiliki wajah sosial sebagaimana umumnya dimiliki oleh gerakan-gerakan dakwah sehingga kita tidak pernah mendengar golongan ini turun ke lapangan untuk membantu umat yang ditimpa musibah, bencana alam, atau menanggulangi kemiskinan. Padahal para pengusung Islam Liberal ini biasanya hidup cukup makmur dengan derasnya sokongan dana dari para sponsor di dalam dan luar negeri.
Buku ini bisa dipandang sebagai "pembuka jalan" bagi para pembacanya untuk memasuki kajian pemikiran islam dan mengenal realita ghazwul fikry. Diberi judul Islam Liberal 101, karena kode "101" biasanya digunakan untuk mata kuliah dasar atau pengenalan terhadap suatu topik tertentu.
Bab pertama dan kedua dalam buku ini didedikasikan untuk mengurai tentang ghazwul fikry dan mengenal karakter-karakternya. Lalu pembahasan pada pemikiran-pemikian barat mulai dari sekulerisme, liberalisme dan pluralisme.
Pada Bab ketiga dan keempat, buku ini langsung memasuki pembahasan yang lebih praktis. Bab ketiga mengenai modus operandi yang biasa digunakan liberalis, setalah itu bab keempat membahas komentar-komentar yang kerap kali dilontarkan oleh para pengusung wacana islam liberal, sebagai bekal praktis bagi kita untuk menghadapi retorika-retorika mereka.
Bab kelima, buku ini akan fokus berkhidmat seputar Surat Al-Munafiqun. Dalam bab ini kita akan melihat bagaimana Al-Quran membimbing kita untuk menghadapi orang-orang munafik, juga melihat bagaimana kemunafikan kontemporer yang sering kita jumpai sekarang yang sebenarnya telah sejak lama diceritakan dalam Al-Quran.
Secara garis besar buku ini sangat direkomendasikan bagi semua umat muslim karena perang pemikiran telah sampai ke pintu rumah kita masing-masing, menyelinap kesana kemari. Jika bukan kita mangsanya adalah anak-anak kita, generasi penerus yang seharusnya mewarisi cita-cita besar dakwah agama ini. Mempelajari bahwa yang ditimbulkan oleh Islam liberal, hingga level tertentu, agaknya sudah berstatus fardhu 'ain, bukan lagi fardhu kifayah. Dalam perang besar ini, berdiam diri bukanlah sebuah opsi yang layak, dan perbedaan-perbedaan diantara kita menjadi tidak relevan.
Good job! Keep blogging to share the good thing :)
BalasHapus